Kupang, swaratimor.co.id – Sebagian besar Masyarakat Kota Kupang puas terhadap kinerja dari Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis sebagai Walikota dan Wakil Walikota Kupang. Kepuasan Sebagian besar Masyarakat Kota Kupang itu diungkapkan dalam Forum Advokasi Kebijakan Publik bertajuk “Diskusi Publik Kepemimpinan Transformasional Kepala Daerah: Refleksi Kepuasan dan Harapan Masyarakat terhadap Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis” yang digelar HIMAPRO IAP FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana) di Restoran Suba Suka Kupang, Sabtu (6/12/2025).
Forum tersebut merilis hasil Survei Kepuasan Publik terhadap kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Kupang tahun 2025. Forum Advokasi ini mengukur persepsi Masyarakat Kota bermotto Kasih terhadap kinerja dr. Christian Widodo dan Serena Cosgrova Francis, pada tahun pertama memimpin Kota Kupang sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah..
Survei itu menggunakan metodologi ilmiah yang ketat dengan 576 responden yang tersebar di 6 Kecamatan.
Tekhnik survei yang digunakan yakni teknik multistage cluster random sampling dengan instrumen resmi Survey Kepuasan Masyarakat (SKM) PermenPANRB, analisis kuantitatif dan kualitatif.
Survei tersebut mencatat nilai kepuasan 80,10 dan kepercayaan publik hingga 84 pada beberapa kecamatan, menandakan legitimasi sosial yang menguat serta penerimaan publik terhadap arah baru kepemimpinan Kota Kupang.
Capaian 80 persen kepuasan publik tersebut melampaui Tren Nasional. Dalam perbandingan nasional, Kota Kupang menembus angka 80 persen di tengah tekanan urbanisasi, ketimpangan infrastruktur, dan keterbatasan fiskal—suatu capaian yang jarang dicapai kota dengan beban struktural sejenis. Banyak kota masih bertahan di rentang 76–78, sementara Kota Kupang menunjukkan trajectory positif, terutama dalam konsolidasi kepemimpinan dan pelayanan public.
Meski demikian, persoalan sampah, air bersih, infrastruktur dasar, drainase, serta persoalan internal seperti SOP dan koordinasi antar-OPD tetap menjadi isu dominan yang dikeluhkan masyarakat.
Namun, temuan lapangan menunjukkan bahwa warga menilai masalah tersebut sebagai persoalan warisan lama yang bersifat struktural, bukan akibat kebijakan pada tahun pertama pemerintahan. Hal ini membuat Kota Kupang dinilai berada di atas tren nasional untuk kota-kota dengan beban persoalan serupa, terutama dalam hal capaian kepuasan publik dan laju reformasi birokrasi.
Para peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undana yakni Dr. I Putu Yoga Pradana dan Dr. Laurensius Sayirani menegaskan bahwa nilai 80,10 tersebut berada di atas rata-rata kota setara dan menjadi fondasi penting untuk percepatan pembangunan di tahun-tahun berikutnya.
Dr. Laurensius menilai bahwa kepuasan publik meningkat karena efektivitas komunikasi pemerintah dan keterbukaan dalam merespons kritik serta keluhan masyarakat. Menurutnya, kepemimpinan yang responsif harus selalu dibarengi akuntabilitas agar legitimasi publik tetap terjaga.
Berdasarkan temuan tersebut, Pemerintah Kota Kupang kini bersiap memasuki fase percepatan pembangunan dengan menitikberatkan pada peningkatan layanan dasar, digitalisasi pelayanan publik, penguatan koordinasi antar-OPD, serta penataan sistem persampahan dan air bersih.
Pemerintah juga mulai mengimplementasikan tata kelola berbasis data (evidence-based governance) sebagai strategi untuk memastikan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Survei ini menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk melanjutkan arah baru, ritme baru, dan energi baru yang mulai dirasakan sebagian besar masyarakat Kota Kupang.(epo)
.
