Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma (Baju Putih) (Ist)

Kupang, swaratimor.co.id – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mengungkapkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi NTT dari sektor Pajak Kendaraan belum maksimal. Sebab belum semua masyarakat taat membayar pajak kendaraannya.

” Dari jumlah kendaraan yang ada kota bisa dapat pemasukan Rp600 miliar tapi sampai sekarang baru 49 persen yang bayar pajak. Seandainya bisa bertambah sampai 70-80 persen berarti ada tambahan pemasukan 200-300 miliar rupiah buat PAD,” kata Wagib Johni saat coffee morning bersama wartawan, Jumat (19/12/2025).

Wagub Jhoni meminta insan pers untuk memberitakan informasi yang menggugah masyarakat untuk memebayar pajak kendaraannya.

Dalam kesempatan ini Wagub Johni juga menyinggung soal budaya konsumtif masyarakat NTT yang masih tinggi sehingga mempengaruhi kesehatan masyarakat.

“Budaya makan sirih pinang masyarakat kita Rp1 triliun. Saya pernah jalan tanya-tanya dan rata-rata satu rumah tangga itu menghabiskan uang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu untuk beli rokok, pinang dan miras. Kalau jumlah ini dikurangi dan dialihkan untuk kesehatan pasti jumlah stunting anak-anak kita berkurang,” ungkap Jhoni.

Dalam acara coffee morning yang juga dihadiri pimpinan OPD Pemprov NTT ini dipaparkan secara rinci tentang 10 Dasa Cita Melki- Johni dan capaiannya hingga Desember ini.(epo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: