Oelamasi, swaratimor.co.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah kembali mencapai swasembada pangan.
“Pada hari ini, negara Indonesia secara resmi berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” tegas Presiden Prabowo pada kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia sebagai bagian dari pencapaian pembangunan sektor pertanian nasional tahun 2025.
Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma, dan Bupati Kupang Yosef Lede menghadiri kegiatan ini secara luring, Rabu (07/01/2026) pagi, di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menegaskan keberhasilan kerja bersama pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Presiden Prabowo menekankan bahwa pencapaian ini harus diiringi dengan sikap kewaspadaan dan keberanian untuk terus mengoreksi diri.
“Bangsa Indonesia harus sungguh-sungguh menjadi bangsa yang waspada, bangsa yang selalu mau mengoreksi diri, dan bangsa yang berani menghadapi segala keadaan,” katanya.
Presiden Prabowo mengungkapkan keprihatinannya terhadap pengelolaan kekayaan nasional yang selama ini belum optimal. Ia menilai masih banyak kekayaan bangsa yang tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan kebocoran dan belum sepenuhnya dinikmati oleh rakyat.
“Saya prihatin dan sedih dengan kenyataan bahwa banyak kekayaan kita yang tidak pandai kita kelola,” ungkapnya
Presiden Prabowo juga menyoroti ketimpangan antara kekayaan negara dan kondisi kehidupan rakyat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak masuk akal dan berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi.
“Bagaimana mungkin negara yang begitu kaya, tetapi masih banyak rakyatnya yang miskin. Ini tidak masuk akal dan tidak masuk di hati saya,” tegasnya.
Dalam hal ketahanan pangan, Presiden menyatakan ketidaksetujuannya terhadap ketergantungan Indonesia pada impor pangan.
“Tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya, bagaimana negara yang besar, luas, dan kaya ini harus bergantung pada bangsa lain untuk pangan kita,” ungkapnya.

Presiden Ke-8 Indonesia tersebut juga mengenang pengalamannya saat bertugas dan berlatih di desa-desa, di mana para petani dengan segala keterbatasan tetap memberikan bantuan kepada prajurit. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kesetiaan dan kecintaan petani terhadap bangsa. “Para petani adalah yang paling setia, paling loyal, dan paling merah putih di Republik Indonesia ini,” tutur Presiden.
Atas dasar pengalaman tersebut, Presiden menyampaikan keprihatinannya karena selama puluhan tahun petani dan nelayan dinilai kurang dihormati dan dilindungi. Oleh karena itu, ia menegaskan komitmennya untuk membela kepentingan mereka.
“Ini adalah cara saya membalas budi dan membayar hutang kepada para petani Indonesia,” tegasnya.
Senada dengan pernyataan Presiden, Bupati Kupang Yosef Lede menyampaikan bahwa Kabupaten Kupang saat ini telah mencapai swasembada pangan.
“Kabupaten Kupang sekarang ini sudah swasembada pangan. Ke depan, kita tidak lagi berpikir hanya untuk swasembada, tetapi bagaimana menjadi penyuplai bagi Kota Kupang,” ungkapnya.
Yos Lede juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian atas dukungan yang diberikan, serta kepada jajaran Dinas Pertanian dan para penyuluh.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Menteri Pertanian, serta kerja keras Dinas Pertanian dan para penyuluh sehingga pertanian di Kabupaten Kupang tahun ini sangat luar biasa,” ungkap Yos Lede.
Meski demikian, Bupati Yos Lede mengakui bahwa pengelolaan lahan pertanian di Kabupaten Kupang baru mencapai sekitar 53%. Ia berharap adanya tambahan dukungan dari pemerintah pusat agar potensi lahan dan sumber daya air dapat dimaksimalkan.
“Kami berharap bantuan pemerintah pusat dapat dimaksimalkan sehingga seluruh lahan, baik untuk padi, jagung, maupun tanaman lainnya, dapat dikelola secara optimal,” tutup Bupati.
Dalam momen tersebut Wakil Gubernu r NTT,Bupati Kupang dan unsur FORKOMPINDA menyerahkan hadiah lomba foto swasembada pangan kepada 13 pemenang lomba dan penyerahan alat mesin pertanian kepada kelompok tani, serta bantuan benih padi dan jagung serta sarana produksi berupa uang tunai sebesar Rp.3.782.625.000.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, Danrem 161 Wirasakti, Danlanud, Kepala Dinas Pertanian PROV NTT, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Para Penyuluhan dan Kelompok Tani.(epo)
