Wagub NTT, Johni Asadoma saat menyaksikan langsung latihan bela diri anggota Sat Pol PP Provinsi NTT.Ist)

Kupang, swaratimor.co.id – Saat Sebagian ASN Pemprov NTT melakukan pekerjaan dari rumah atau work rom home (WFH), Jumat (24/4/2026), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTT malah melakukan kegiatan latihan bela diri. Bahkan Latihan bela diri yang dilaksanakan di halaman depan Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT ini dipimpin langsung Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma.

Hadir mendampingi Wakil Gubernur NTT yakni Kepala Satpol PP Provinsi NTT, Yohan Loban.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus menjaga kebugaran fisik agar tetap prima khususnya dalam menghadapi dinamika tugas penegakan peraturan daerah di tengah masyarakat.

Materi yang diberikan meliputi teknik dasar bela diri, pengendalian diri, strategi menghadapi massa dan penanganan konflik. Khusus teknik-teknik bela diri, materi latihan diberikan langsung oleh Kabid Sumber Daya Aparatur Satpol PP yang juga Sempai Shorinji Kempo, Yorgens Lievel Domisons Adoe.

Para personil Satpol PP pun tampak antusias mengikuti  setiap sesi materi dan latihan, mulai dari pemanasan, latihan fisik dan teknik. 

Satpol PP Provinsi NTT saat berlatih bela diri.Ist)

Dalam arahannya, Wakil Gubernur NTT menegaskan bahwa anggota Satpol PP memiliki peran strategis dalam menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Oleh karena itu, selain dibekali pemahaman hukum, personel juga perlu memiliki kesiapan fisik dan keterampilan bela diri yang memadai.

“Latihan-latihan seperti ini penting untuk menunjang tugas di lapangan. Selain bela diri, olahraga lain seperti lari dan push-up juga sangat bagus untuk buat fisik jadi prima. Namun saya tegaskan, kemampuan bela diri bukan untuk bersikap keras atau represif, melainkan sebagai bentuk perlindungan diri serta upaya menjaga situasi tetap kondusif ketika ada unjuk rasa,” ujar Wagub Johni di hadapan puluhan personil Satpol PP Pemprov NTT.

Wagub juga menekankan personil Satpol PP wajib menjadi teladan dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan perilaku humanis saat bertugas. Ia mengingatkan seluruh anggota untuk tetap menjunjung tinggi etika, mengedepankan dialog, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat.

“Sebagai garda terdepan penegak Perda, dimanapun personel Satpol PP berada dan bertugas, harus disiplin, beretika dan harus tetap humanis dan santun tapi tetap tegas. Hal tersebut agar kita bisa menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wagub juga meminta agar kedepannya, selain pelatihan fisik dan bela diri, kegiatan tersebut juga harus diisi dengan pembekalan materi-materi lain terkait komunikasi efektif dan pendekatan humanis dalam penegakan peraturan daerah. Hal ini dinilai penting untuk meminimalisasi konflik serta membangun kepercayaan publik terhadap aparat pemerintah.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Provinsi NTT Yohan Loban menjelaskan tantangan di lapangan semakin kompleks, sehingga diperlukan personel yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dalam mengambil keputusan.

“Kami ingin membentuk anggota Satpol PP yang tangguh, profesional, dan tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Dengan begitu, kehadiran Satpol PP dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” kata Yohan Loban.

Sejumlah anggota Satpol PP yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan manfaat besar dari latihan ini. Mereka merasa lebih percaya diri dalam menjalankan tugas, terutama dalam menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan gesekan dengan masyarakat.

Dengan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan, Satpol PP diharapkan mampu menjalankan tugas penegakan peraturan daerah secara tegas namun tetap humanis, sejalan dengan prinsip pelayanan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.(*/alex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: