Sikka, swaratimor.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengunjungi SMA Katolik Sint Gabriel Maumere, Selasa (8/9/2026), untuk melihat secara langsung kondisi sekolah serta kegiatan belajar mengajar yang kembali berlangsung secara terbatas pascagempa M7.7 yang mengguncang Flores 15 Agustus 2026 lalu.
Kepala SMA Katolik Sint Gabriel Maumere, Zakarias Mayus Madianto dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa meski sejumlah bangunan sekolah mengalami keretakan, kegiatan persekolahan telah kembali berjalan dengan berbagai penyesuaian. Sebanyak 296 siswa mengikuti proses pembelajaran melalui sistem bergantian antara pembelajaran luring dan daring.
Para siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah sementara mengakhiri kegiatan belajar pada pukul 11.00 WITA.
Untuk menjaga keberlangsungan proses belajar, sekolah menerapkan pembagian jadwal. Pada Senin, Selasa, dan Rabu, siswa kelas X dan XII mengikuti pembelajaran di sekolah, sementara kelas XI mengikuti pembelajaran secara daring.
Sebaliknya, pada Kamis, Jumat, dan Sabtu, siswa kelas XI dan XII mengikuti pembelajaran di sekolah, sementara siswa kelas X mengikuti pembelajaran secara daring.
Dalam kondisi keterbatasan fasilitas tersebut, siswa kelas X sementara mengikuti kegiatan belajar di tenda. Sementara pembelajaran bagi kelas XI dan XII dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan ruang yang dapat digunakan.
Saat berbincang santai dengan para siswa, Gubernur Melki menanyakan bagaimana perasaan mereka setelah kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Dalam suasana ringan dan penuh keakraban, Gubernur kemudian melontarkan pertanyaan kepada para siswa.
“Lebih baik di sekolah daripada di rumah, ya?” tanya Gubernur Melki seperti dikutip dari Biro Adpim Setda NTT.
Percakapan tersebut disambut antusias oleh para siswa yang mulai kembali menikmati suasana belajar dan bertemu dengan teman-teman mereka di tengah masa pemulihan pascagempa.

Dalam kunjungannya, Gubernur Melki juga menyempatkan diri masuk ke kelas-kelas darurat dan melihat langsung kegiatan belajar para siswa.
Salah satu kelas yang dikunjungi adalah kelas XII yang saat itu sedang mengikuti pembelajaran dengan materi membuat tajuk rencana. Gubernur memberikan semangat kepada para siswa agar tetap tekun belajar dan mempersiapkan masa depan, meskipun saat ini mereka sedang menghadapi situasi yang tidak mudah.
Gubernur menegaskan bahwa keselamatan seluruh warga sekolah harus menjadi perhatian utama sebelum bangunan sekolah kembali digunakan.
“Semua gedung sebelum dipakai nanti harus dicek terlebih dahulu. Harus ada asesmen dari tenaga ahli bidang Pekerjaan Umum. Kita tidak boleh mengambil risiko. Keselamatan anak-anak, guru, dan seluruh warga sekolah adalah yang paling utama,” tegas Gubernur Melki.
Menurut Gubernur, proses penanganan dan pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak masih terus berjalan. Pemerintah juga akan memberikan perhatian terhadap anak-anak yang terdampak bencana.
“Prosesnya sedang berjalan. Untuk anak-anak yang terdampak, pemerintah juga akan memberikan bantuan. Kita terus berupaya agar kebutuhan mereka dapat ditangani,” ujarnya.
Selain memastikan keberlangsungan pendidikan, SMAK Sint Gabriel Maumere juga memberikan perhatian kepada siswa yang terdampak gempa.
Sebanyak lima siswa asal Palue yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp1 juta. Bantuan tersebut diberikan melalui kebijakan pemotongan uang sekolah selama satu bulan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap para siswa terdampak.
Kepada seluruh siswa, Gubernur Melki mengajak mereka untuk menjalani masa pemulihan dengan hati yang lapang dan tetap memelihara kegembiraan.
“Jalani semua ini dengan hati yang lapang dan gembira. Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, dan pemerintah kabupaten sedang bergotong royong untuk memperbaiki kondisi yang ada, termasuk melakukan renovasi dan pemulihan fasilitas sekolah,” kata Melki.
Melki Laka Lena menekankan bahwa proses pemulihan fasilitas sekolah membutuhkan waktu. Namun, proses tersebut tidak boleh menghentikan semangat anak-anak untuk terus belajar.
“Yang paling penting, tetap semangat belajar. Kondisi yang kita hadapi hari ini memang tidak mudah, tetapi jangan sampai keadaan ini membuat kalian kehilangan semangat. Terus belajar dan terus mempersiapkan diri untuk masa depan,” pesan Gubernur.
Kepada para siswa, Gubernur Melki juga menanyakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut. Para siswa mengaku senang karena setiap hari dapat menikmati makanan bergizi gratis dengan menu yang bervariasi.
Salah seorang siswa bahkan menyampaikan rasa syukurnya karena Program MBG tetap dapat dinikmati di tengah situasi pascagempa.
“Setiap hari kami dapat MBG, Pak. Kami senang karena bisa makan bergizi gratis. Menunya juga enak dan bervariasi. Apalagi dalam situasi gempa seperti sekarang, kami bersyukur karena masih bisa mendapatkan MBG di sekolah,” tuturnya.
Kunjungan Gubernur Melki ke SMAK Sint Gabriel Maumere menjadi bentuk perhatian Pemerintah Provinsi NTT terhadap keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak di wilayah terdampak gempa.
Pemerintah memastikan proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan. Sementara itu, kegiatan pendidikan tetap diupayakan berjalan agar anak-anak tidak kehilangan kesempatan belajar di tengah masa pemulihan pascabencana.
