Kupang, swaratimor.co.id – Forum Komunikasi Pahlawan Timor-Timur (FKPTT), Rabu (30/11/2022) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pertama di gedung DPD RI di Kupang selama sehari.  

Gubernur NTT dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Kesbangpol NTT, Jhon Oktovianus mengatakan realitas kehidupan bangsa Indonesia saat ini serta dampak era globalisasi yang ditimbulkan membuat setiap warga Negara Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan kebangsaan yang dapat mengancam integrasi bangsa. Karena itu, Gubernur mengajak peserta rakernas FKPTT kembali menghidupkan semangat perjuangan para pahlawan dalam proses memajukan bangsa.

Pemahaman dan implementasi konsepsi nilai-nilai luhur Pancasila sedang diuji seperti menguatnya semangat primodialisme, radikalisme untuk kepentingan dan golongan tertentu, penggunaan kekerasan dan pemaksaan karena merasa mayoritas sehingga yang menoritas merasa ditindas, juga terorisme yang bertujuan merubah ideology dan dasar negara. Hal ini tentunya mencoreng dan menghianati perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Hari ini melalui Rakernas FKPTT dengan thema berjuang untuk Indonesia, saya mengajak kita sekalian yang hadir untuk kembali menghidupkan semangat perjuangan para pahlawan dimasa sekarang dengan setiap perbuatan baik kita dalam proses memajukan bangsa,” kata Oktovianus saat membacakan sambutan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat sebelum membuka rakernas.

Menurut Gubernur, memilih menjadi bagian dari Republik Indonesia tentu merupakan sebuah pilihan yang dilematis bagi para eks pejuang Timor-Timur. Tetapi pilihan tersebut pasti mempunyai dasar pertimbangan yang kuat dan cinta yang kuat terhadap bangsa dan Negara Kestuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara sesepuh masyarakat Timor Esthon Foenay dalam sambutannya, mengatakan Provinsi NTT berada digerbang selatan NKRI dan dalam satu pulau Timor terdapat dua Negara dan dua negaa ini tercatat yang paling spesifik dalam dinamika perkembangan Pemerintahannya.

SAMBUTAN –Esthon Foenay saat memberikan sambutan di rakernas FKPTT di Kupang. (*)

Walaupun terpisah oleh administrasi negara, Esthon yang juga mantan Wakil Gubernur NTT ini menyarankan agar warga eks Timor-Timur yang berada di NTT tidak melupakan saudara mereka yang berada di Negara Republik Timor Leste (NRTL).

“Saya meyarankan kita tetap bersatu dengan saudara-saudara kita yang berada di Negara Timor Leste sebab apapun yang terjadi, ada hubungan darah antar saudara-saudara yang eks Timor Leste yang ada di NTT, juga saudara-saudara kita yang berada di Timor Leste saat ini. Bae sonde bae saudara-saudara eks Timor-Timur bersatu lebe bae,” kata Esthon disambut tepuk tangan dari peserta rakernas.

Diakhir sambutannya Esthon berharap muncul pikiran-pikiran brilian dari peserta rakernas yang dapat menyatu dengan program kerja Pemerintah.

“Selamat mengikuti rapat kerja nasional FKPTT pertama dengan memberikan pikiran-pikiran factual agar bisa bisa berintegrasi dan menyatu dengan program-program yang sudah ditetapkan secara nasional maupun regional oleh Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten/Kota se – NTT,” ucap Esthon lagi.

Sementara itu Ketua Panitia rakernas, Joneri Bukit ketika diminta komentarnya usai acara pembukaan, menjelaskan rakernas ini akan berlangsung selama sehari penuh dan membahas sejumlah agenda yang telah ditetapkan.

“Rapat kerja sesuai agenda yang sudah ditetapkan. Jadi dalam rapat kerja ini ada beberapa hal yang akan kita satukan persepsi kita. Pertama terkait program-program kerja kita, baik yang sudah dilaksanakan, yang sedang terlaksana saat ini maupun kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan hingga 2026 yang akan datang. Jadi periode masa kepengurusan pertama,” jelas Bukit.

Dalam rakernas ini, lanjut Bukit, juga sudah diagendakan tentang kondisi organisasi, baik yang bersifat konsolidasi, internal maupun eksternal akan dirapatkan bersama dan diharapkan nanti akan diperoleh keputusan-keputusan yang sifatnya mengikat di organisasi ini.

Peserta yang hadir dalam rakernas kali ini, kata Bukti berasal dari DPW FKPTT, DPD FKPTT, DPP FKPTT kemudian perwakilan dari 13 eks pejuang yang berasal dari 13 Kabupaten yang dulu di Timor-Timur, Pasukan Bela Negara sehingga sedikitnya 102 orang yang memiliki hak suara dalam rakernas ini.  

“Tujuan, ingin menanyakan kepada semua peserta yang punya hak suara seperti apa yang sudah mereka lihat dan apa yang mereka rasakan terkait dengan kepengurusan kita yang berjalan hampir 2 tahun ini. Apa yang sudah diperjuangkan. Karena tujuan dibentuknya organisasi ini adalah untuk kepentingan para anggota. Jadi dalam rakenas ini kita ingin menanyakan kepada peserta rapat tentang apa yang mereka rasakan setelah bergabung di organisasi ini. Karena banyak sekali program-program kerja yang akan kita laksanakan. Saat ini kita mendapat atensi dari Bapak Presiden seperti yang tadi disampai kan Pak Ketua Umum itu yakni pembangunan rumah 52 ribu unit, yang terdiri dari 25 ribu unit itu untuk pembangunan rumah baru dengan tipe 150 lalu yang 27 ribu itu adalah rehabilitasi. Dalam rapat kerja ini kita ingin menanyakan kepada elemen-elemen organisasi tadi seperti apa saat ini, lalu bagaimana program-program lalu kita satukan tekat program-program yang sedang berjalan dan bagaimana program-program rencana kedepan karena memang sesuai AD/ART kami, semua keputusan harus bersifat musyawarah mufakat dalam bentuk rapat kerja. Jadi tidak bisa keputusan-keputusan yang sifatnya sepihak dari pengurus saja,” tambah Bukit lagi.(epo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: