Suasana jumpa pers di Biro APIM Setda NTT.(*)

Kpang, swaratimor.co.id – Pemerintah Provinsi NTT telah membentuk Tim Percepatan Pembangunan yg di dalamnya ada Pokja Penanggulangan Kemiskinan menargetkan penurunan angka kemiskinan di NTT sebesar 15 persen dari total kurang lebih 1,1 juta jiwa masyarakat NTT yg masuk kategori miskin.
Target penurunan kemiskinan ini diungkapkan Djose Nai Buti dalam jumpa pers di ruang Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Selasa (28/4/2026).
“Target penurunan kemiskinan sesuai RPJM itu 15 persen dan sesuai data BPS data masyarakat miskin NTT saat ini kurang lebih 1,1 juta jiwa,” kata Djose.
Plt Kepala Biro Administrasi Pimpinan (APIM( Setda NTT, Lery Rubidara, menegaskan pembentukan tim akselerasi percepatan pembangunan Provinsi NTT merupakan bagian dari strategi percepatan pembangunan daerah Provinsi NTT dibawah kepemimpinan Melki Laka Lena dan Johni Asadoma sebagai gubernur dan wakil gubernur NTT periode 2025–2030. 

Tim akselerasi ini terdiri dari beberapa kelompok kerja, yaitu Tim Akselerasi Dasa Cita, Tim Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu, Tim Optimalisasi PAD, Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan, serta Tim Transformasi Komunikasi Pemerintah.

 Lerry Rupidara, menegaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan bagian penting dari strategi percepatan pembangunan daerah periode 2025–2030 yang berorientasi pada program-program berdampak nyata.

β€œTim akselerasi ini dibentuk untuk memastikan program prioritas berjalan lebih cepat, terukur, dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Lery, langkah ini diarahkan agar seluruh program prioritas bisa berjalan lebih efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat di bumi Flobamorata.(epo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: