Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma mendapat pengalungan selendang saat tiba di Alor.(Ist)

Kalabahi Alor, swaratimor.co.id – Wakil Gubernur Nusa NTT Johni Asadoma menghadiri dan menyaksikan penandatanganan perjanjian damai antara masyarakat Adang Buom dan Teluk Sembilan di Kalabahi, Kabupaten Alor, pada Senin (22/06/26).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Wakil Bupati Alor, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi NTT, Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, jajaran Forkopimda Kabupaten Alor, para Kepala OPD Kabupaten Alor, Camat Teluk Mutiara, Lurah Binongko, serta Kepala Desa Adang Buom.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa awalnya dirinya datang ke Alor untuk berdialog dengan masyarakat. Namun, momentum tersebut menjadi lebih bermakna karena berhasil menghadirkan kesepakatan damai antara kedua kelompok masyarakat.

“Saya senang karena hari ini terjadi perdamaian antara masyarakat Adang Buom dan Teluk Sembilan. Hari ini kita membuat sejarah perdamaian di Kalabahi. Ini merupakan perbuatan yang sangat baik dan terpuji, yang akan mendatangkan kedamaian serta kebaikan bagi masyarakat Kalabahi dan Kabupaten Alor secara keseluruhan,” kata Wakil Gubernur seperti dikutip dari rilisnya Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT kepada media di Kupang..

Sebagai orang tua dan pejabat pemerintah di tingkat provinsi, Wakil Gubernur berharap seluruh masyarakat terus memelihara semangat perdamaian serta bersama-sama membangun daerah menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, lembaga keagamaan, dan lingkungan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab utama dalam mengarahkan anak-anak ke jalan yang positif karena sebagian besar waktu anak dihabiskan di rumah. Sekolah juga memiliki peran penting dalam membangun karakter, wawasan, dan kecerdasan peserta didik. Sementara itu, lembaga keagamaan bertugas memperkuat keimanan, etika, tata krama, dan karakter sosial karena seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Lingkungan tempat tinggal juga menjadi faktor penting dalam membentuk perilaku dan kepribadian generasi muda.

Wakil Gubernur mengajak para pemuda untuk menghindari aktivitas yang tidak produktif dan lebih memilih kegiatan yang dapat mengembangkan bakat serta prestasi.

“Salurkan bakat yang dimiliki dan raihlah prestasi. Jangan membuang waktu dengan kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan modal utama pembangunan daerah. Menurutnya, Alor harus terus dijaga agar menjadi kabupaten yang aman, damai, dan nyaman bagi masyarakat maupun para pengunjung.

“Kita harus menjaga Alor menjadi kota yang paling damai di Indonesia. Agar orang datang ke Alor tanpa rasa takut. Kita ingin Alor dikenal sebagai kabupaten yang aman di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itu bisa terwujud apabila kita bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas daerah,” tegasnya.

Wakil Gubernur juga mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan identitas positif Kabupaten Alor sebagai daerah yang memiliki keindahan alam dan masyarakat yang ramah.

“Ketika orang bertanya dari mana kita berasal, kita bangga menjawab bahwa kita dari Alor, dari NTT, daerah dengan alam yang lestari dan masyarakat yang ramah. Ini menjadi tanggung jawab kita semua, mulai dari orang tua, anak-anak, pemerintah, aparat keamanan, hingga seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Wakil Gubernur menegaskan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk memperbaiki masa depan dan meningkatkan kesejahteraan hidup.

“Jika kita tidak belajar dan bersekolah dengan baik, maka kita akan tertinggal. Sebaliknya, pendidikan dapat mengubah nasib seseorang dan membuka kesempatan untuk hidup lebih baik serta membantu sesama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meninggalkan perilaku yang merugikan orang lain dan tidak pernah merasa bangga atas tindakan kekerasan.

“Tidak boleh kita bangga ketika menyakiti apalagi menghilangkan nyawa orang lain. Setiap perbuatan memiliki konsekuensi. Karena itu, mari kita memilih jalan damai dan saling menghormati,” pesan Wakil Gubernur.

Tidak lupa, Wakil Gubernur menambahkan bahwa terciptanya keamanan dan kedamaian akan meningkatkan daya tarik Kabupaten Alor sebagai destinasi kunjungan dan investasi yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi kesejahteraan masyarakat.

Menutup sambutannya, Wakil Gubernur mengapresiasi kesepakatan damai yang telah dicapai oleh masyarakat Adang Buom dan Teluk Sembilan. Ia berharap peristiwa tersebut menjadi titik awal bagi terciptanya kehidupan yang lebih harmonis dan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Alor.

“Sore hari ini kita telah sepakat untuk berdamai dan tidak mengulangi peristiwa yang terjadi sebelumnya. Mari bergandengan tangan menata masa depan yang lebih baik. Kepada para orang tua, saya titip anak-anak untuk dibina dan dituntun menjadi pribadi yang baik. Kepada anak-anak, hormatilah orang tua dan lingkunganmu, maka jalan menuju kesuksesan akan dibukakan oleh Tuhan,” tuturnya.(ras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: