Tiga narasumber rapat perdana HUT RI 2026.(*)

Kupang, swaratimor.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berencana menggelar sejumlah kegiatan termasuk Pameran Pembangunan 11- 20 Agustus nanti guna memeriahkan HUT RI ke-81 tahun 2026. Guna menyukseskan kegiatan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Provinsi NTT, Rabu (29/7/2026) menggelar rapat perdana dengan menghadirkan 3 narasumber, yakni Nini Kiak Kepala Bidang (Kabid) Layanan Egoverment pada Dinas Kominfo NTT, France A. Tiran Kepala Bagian (Kabag) Materi dan Komunikasi Pimpinan pada Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT dan Ita Kana Pranata Humas dan Ahli Muda Dinas Kominfo NTT.

Dalam kata pengatar pada rapat tersebut Nini Kiak menjelaskan tentang pentingnya kegiatan dokumentasi dan publikasi sehingga berbagai capaian kerja Pemerintah Provinsi NTT dapat diketahui masyarakat luas.

“Kegiatan dokumentasi dan publikasi ini menjadi sarana dan untuk menyampaikan capaian pembangunan juga meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat citra Pemerintah serta membangun komunikasi publik yang positif. Tentu saya harus kedepankan tantangan dalam pelaksanaan tugas kedepan ini yakni tidak adanya anggaran yang disiapkan secara khusus untuk seksi ini. Saya harus omong didepan sebelum kita bicara program kerja,” kata Nini di Aula DInas Kominfo Provinsi NTT.

Selanjutnya Nini menjelaskan bahwa kegiatan Pameran Pembangunan akan melibatkan 200 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan 100 stand lainnya dari Pemerintah.

France A. Tiran selaku Kabag Materi dan Komunikasi Pimpinan pada Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, menjelaskan rangkaian kegiatan 17 Agustus sangat banyak. Menjelang 17 Agustus akan dilakukan pembukaan Pameran Pembangunan di lokasi Pameran yang berada tidak jauh dari Hotel Harper Kupang.

Selanjutnya France Tiran mengaku jika pihaknya sedang mengkompilasi capaian pembangunan dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang langsung menjalankan Dasa Cita dan 7 pilar pembangunan..

“Kita sementara mengkompilasi semua data capaian pembangunan dari kurang lebih 20 atau 30 perangkat daerah yang langsung menjalankan Dasa Cita dan 7 pilar pembangunan.  Itu nanti kita akan kompilasi dalam pidato Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur. Ada juga acara penyerahan Satya Lencana Karya Satya dan pelepasan PNS Purna Bakti di lingkup Pemprov NTT. Dan secara eksplisit kita akan tuangkan dalam buku pedoman acara,” jelas France.

France menambahkan, peringatan HUT RI 2026 juga akan diwarnai dengan acara Tabur Bunga dan Apel Kehormatan di Taman Makam Pahlawan Dharmaloka. Selanjutnya tanggal 17 Agustus akan dilakukan upacara detik-detik Proklamasi pukul 07.30 di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT. Kemudian acara penyerahan Remisi kepada binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

“Sorenya ada upacara penurunan bendera dan malam harinya ada acara tos kenegaraan di alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT.  Sepertinya demi efisiensi, tahun ini pawai pembangunan dan karnaval kita satukan,” terang France lagi.

Peserta rapat perdana panitia HUT RI 2026 yang mayoritas adalah pekerja media, dalam rapat ini menyoroti tentang ketiadaan anggaran bagi publikasi media. Para pekerja media melihat Pemerintah lebih memberi tempat danmengutamakan Event Organizer ketimbang media massa.

Menggapi hal ini, France A. Tiran, Nini Kiak maupun Ita Kana mengaku tidak memiliki kapasitan untuk memutuskan persoalan ketiadaan anggaran publikasi media tersebut. Namun mereka berjanji akan mengkomunikasikan hal tersebut dengan pimpinan mereka.

Hadir dalam rapat tersebut Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT dan Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) NTT.(epo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: