Wakil Gubernur NTT,Johni Asadoma (Tengah) saat menghadiri pembukaan pelatihan Mazmur di Kabupaten Alor.(Ist)

Kalabahi, swaratimor.co.id – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma, membuka secara langsung kegiatan pelatihan Mazmur dan seleksi/audisi peserta Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGP) Kabupaten Alor bertempat di Aula SMAK St. Yosep Kalabahi Kota Kalabahi Selasa (13/10/2026) malam.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gereja (PESPRANI) Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Alor selama tiga hari mulai dari tanggal 13 sampai dengan 15 Oktober 2026. Dan yang lulus seleksi akan mewakili Kontingen Provinsi NTT pada kategori lomba Paduan Suara Gregorian Dewasa Pria (PSGP) untuk mengikuti kompetisi Pesparani Nasional di Manado Provinsi Sulawesi Utara.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bahwa pujian kepada Tuhan melalui nyanyian bukan sekadar aktivitas seni, tetapi juga mengandung nilai religius, penyembahan, penyerahan diri kepada Tuhan, serta pembentukan karakter dan kecerdasan.

Wagub Johni mengungkapkan saat menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Utara, ia membentuk paduan suara Polda Sulawesi Utara yang aktif tampil di berbagai kesempatan. Kecintaan tersebut terus berlanjut ketika bertugas di NTT menjadi Kapolda, termasuk membentuk paduan suara alumni SMA.

Menurutnya, bernyanyi dalam paduan suara mengajarkan kerja sama, kepatuhan, kedisiplinan, dan kecerdasan. Setiap penyanyi harus mampu menghafal notasi dan lirik, memahami perannya, serta menyatukan suara dengan anggota lainnya untuk menghasilkan harmoni yang indah.

“Bernyanyi dalam paduan suara mengajarkan kita untuk bekerja sama, patuh, disiplin, dan cerdas. Setiap orang harus memahami perannya dan menyatukan suara agar menghasilkan harmoni yang indah,” jelas Wagub Johni seperti dikutip dari Biro Adpim Setda NTT.

Ia mencontohkan penyanyi Andmesh Kamaleng yang mampu menghafal banyak lagu sebagai gambaran kemampuan dan kecerdasan yang dibutuhkan dalam dunia tarik suara.

Johni menyatakan dukungannya terhadap berbagai perlombaan nyanyian, baik di tingkat internal maupun nasional. Menurutnya, kompetisi tersebut bukan hanya menjadi sarana memuji Tuhan, tetapi juga wadah untuk mengasah kemampuan, membangun karakter, dan mengembangkan potensi seni masyarakat Alor.

Ia menilai masyarakat Alor memiliki potensi besar dalam bidang seni suara. Hal ini terlihat dari kiprah talenta-talenta asal Alor, termasuk melalui Rumah Musik Siloam di Kupang yang dimiliki oleh salah satu warga Alor yang menjadi tempat anak-anak belajar bernyanyi dan bermain musik. Potensi tersebut, menurutnya, dapat berkembang menjadi prestasi hingga profesi apabila dibina secara konsisten.

Menutup arahannya, Johni mengucapkan selamat kepada seluruh peserta audisi dan berharap kegiatan berlangsung dengan baik. Ia juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum terpilih agar tidak berkecil hati, melainkan terus berlatih dan mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya.

“Bagi yang terpilih, selamat melanjutkan perjuangan. Bagi yang belum terpilih, tetaplah berlatih karena masih banyak waktu dan kesempatan untuk mencoba kembali,” pesannya.

Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan audisi Pesparani, termasuk Pemerintah Kabupaten Alor yang telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung kontingen menuju Manado.

Ia mengakui bahwa dukungan anggaran yang tersedia masih terbatas, namun pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran demi mendukung kelancaran kegiatan untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Wabup Rocky berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan membawa prestasi yang membanggakan bagi umat Gereja Katolik serta Kabupaten Alor tercinta.

Pastor Paroki Yesus Gembala Baik, Rm. Ambrosius Bala Ladjar, menyampaikan bahwa kegiatan Pesparani bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengungkapkan iman melalui pujian dan nyanyian rohani.

“Orang yang bernyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap kontingen Kabupaten Alor yang telah membawa nama Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional. Menurutnya, Kabupaten Alor telah dua kali menyumbangkan medali emas bagi NTT dalam ajang Pesparani nasional.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus mengembangkan talenta, memperkuat iman, serta mengharumkan nama daerah pada kompetisi mendatang.

Ketua LP3KD Kabupaten Alor, Ibu Trince Mabilehi, menyampaikan organisasi ini telah dibentuk sejak tahun 2017 dan pelaksanaan kegiatan seperti ini terus dilakukan setiap tahun berkat dukungan pemerintah, para pastor, serta umat Katolik.

Ia menjelaskan, Kabupaten Alor telah tiga kali mengikuti Pesparani tingkat nasional. Dan kabupaten Alor mewakili NTT telah berhasil meraih 2 medali emas. Kegiatan seleksi ini menjadi bagian dari persiapan menuju ajang nasional, sekaligus mempererat persaudaraan dan kebersamaan antar paroki di Kabupaten Alor.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran dan akomodasi, semangat para peserta dan dukungan pemerintah dan umat menjadi kekuatan bagi LP3KD Kabupaten Alor untuk terus menyelenggarakan kegiatan kegiatan tersebut.

Kegiatan audisi secara resmi dibuka dengan pemukulan mikrofon sebanyak tiga kali sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Tentu kegiatan ini sejalan dengan Dasa Cita ke-10, Kolaborasi Bersama: Ayo Bangun NTT, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam mempererat persaudaraan, serta mendorong lahirnya prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Alor dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Turut Hadir Jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Alor, para Pastor Paroki, Para Suster dan Peserta kegiatan tersebut.(*/ras)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: