Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki saat memberikan sambutan.(Ist)

Oelamasi, swaratimor.co.id – Pemerintah Kabupaten Kupang, Selasa(3/3/2026) melaunching bantuan gerakan orangtua asuh cegah stunting di aula Kantor Camat Kupang Timur.

Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN  NTT, Dr. Faizal Fahmi, menghadiri kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aurum mengatakan bahwa melalui kebijakan nasional percepatan penurunan stunting, pemerintah menegaskan pentingnya konvergensi dan integrasi lintas sektor dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional sebagai Ketua Pelaksana. Hal ini menuntut penguatan koordinasi dan komitmen nyata seluruh pemangku kepentingan didaerah agar intervensi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) diinisiasi sebagai bentuk intervensi kolaboratif bagi keluarga rentan stunting, melibatkan Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan, Kader Posyandu, masyarakat dan dunia usaha.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak BKKBN dan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk yang telah berpartisipasi aktif dalam GENTING melalui pemberian bantuan nutrisi selama 3 bulan kepada 75 bayi berusia 5-6 bulan di Kecamatan Kupang Timur. Ini merupakan wujud dukungan nyata dunia usaha terhadap kesehatan generasi masa depan kita. Kami pemerintah juga sedikit tersentak karena usaha kami selama ini belum maksimal menurunkan stunting di wilayah Kabupaten Kupang,” yngkap Aurum yang juga Bunda PAUD Kabupaten Kupang ini.

Sebagai Ketua TPPS Kabupaten Kupang, Aurum menjelaskan bahwa selain pola makan, pola asuh keluarga merupakan salah satu faktor terjadinya stunting pada anak-anak.

“Perhatian orangtua adalah hal utama. Pemerintah memang membatu tapi kalau dari orangtua tidak memperhatikan hal-hal kecil dari anak-anak kita, stunting tidak akan menurun begitu saja. Pemerintah kecamatan juga harus terus memantau sampai selesai. Karena ini merupakan semangat kolaborasi dan tanggungjawab bagi generasi penerus kita,” tutupnya.

Sementara Perwakilan Kepala BKKBN Propinsi NTT, Faizal Fahmi dalam sambutannya, mengatakan berbicara tentang stunting, di NTT persentasenya cukup tinggi hingga 37%.

Fahmi berharap, dengan pendampingan ynag cukup selama 3 bulan ini kiranya bisa menurunkan angka stunting di wilayah Kabupaten Kupang.

“Gerakan orang tua asuh cegah stunting (GENTING) merupakan gotong royong yang melibatkan perorangan dan lintas sektor. Bukan hanya memberikan makanan bernutrisi tapi juga rumah layak huni, jamban sehat dan air bersih. Seperti yang dilakukan di desa Manusak, tahun 2005 yang lalu, kita berikan sumur bor untuk suplai air bersih. Ini merupakan bukti bahwa stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tapi juga lintas sektor. Semoga momentum hari ini bisa menjadi batu loncatan kepada program-program yang baik bagi masyarakat,” jelas Fahmi.

Sedangkan Camat Kupang Timur, Marina Ludji, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada perwakilan BKKBN dan PT. Indofood yang memilih Kabupaten Kupang sebagai penerima manfaat dari kegiatan GENTING ini.

“Sampai 3 bulan ke depan kita akan dapatkan edukasi dari PT. Indofood. Kami akan intervensi 75 keluarga selama 3 bulan ke depan. Semoga dengan adanya kegiatan ini, intervensi dari PT. Indofood mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten Kupang,” kata Marina.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan demo masak dari perwakilan PT. Indofood.

Turut hadir, Pimpinan OPD Lingkup Kabupaten Kupang, Para Kapus se Kecamatan Kupang Timur, Scientific Medical Executive PT. Indofood Makmur Tbk Afifah, S.Gz, para Kades, orangtua penerima manfaat, dan insan pers.(epo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: