Kupang, swaratimor.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka secara resmi Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 Tingkat Provinsi NTT yang berlangsung di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, pada Sabtu (25/7/2026) pagi.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tersebut mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, yang diikuti ratusan anak mulai dari jenjang PAUD hingga SMA yang hadir bersama para orang tua dan guru. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.
Berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif turut memeriahkan peringatan tersebut, di antaranya senam bersama, permainan edukatif (games), serta penyerahan sejumlah bantuan secara simbolis oleh Gubernur NTT, meliputi Kartu Identitas Anak (KIA), Pita LILA sebagai alat skrining praktis untuk menilai status gizi dan mendeteksi risiko malnutrisi pada anak, bantuan buku, serta permainan edukatif ular tangga.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa anak-anak merupakan aset paling berharga yang menentukan masa depan NTT dan Indonesia. Karena itu, investasi terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah memastikan seluruh anak memperoleh pendidikan yang baik, perlindungan yang memadai, serta kesempatan berkembang secara optimal.
“Seluruh anak-anak adalah masa depan daerah kita, NTT, sekaligus masa depan Indonesia. Nasib daerah dan bangsa kita sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak yang kita bina hari ini,” kata Gubernur Melki seperti dikutip dari Biro Adpim Setda NTT.
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh anak agar terus membangun karakter sejak dini melalui kebiasaan-kebiasaan positif. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kedisiplinan, ketaatan kepada orang tua dan guru, serta kedekatan kepada Tuhan.
“Kepada seluruh anak-anak, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencapai kesuksesan, yaitu rajin belajar, mematuhi nasihat orang tua, menghormati dan mendengarkan arahan para guru, serta rajin berdoa. Jika hal-hal ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, saya yakin kalian akan menjadi generasi yang hebat dan membanggakan Nusa Tenggara Timur,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mengingatkan pentingnya implementasi Peraturan Gubernur tentang Jam Belajar Masyarakat yang telah diberlakukan Pemerintah Provinsi NTT setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA. Kebijakan ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun budaya belajar di lingkungan keluarga dan masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur.
“Saya mengajak seluruh anak-anak, para orang tua, guru, dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Jam Belajar Masyarakat. Mari kita jadikan waktu tersebut sebagai momentum bagi anak-anak untuk belajar dengan sungguh-sungguh, sehingga kita dapat menyiapkan generasi muda NTT yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ajaknya.
Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 di Provinsi NTT tidak hanya menjadi ajang perayaan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas generasi penerus yang dipersiapkan sejak dini. Melalui sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat, diharapkan seluruh anak di NTT dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu menjadi penggerak kemajuan daerah di masa depan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi NTT Asti Laka Lena, Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Asadoma, unsur Forkopimda Provinsi NTT, para pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur.(ras)
