Kupang, swaratimor.co.id – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat berharap Ikatan Keluarga Amarasi (IKARASI) dapat menjadi kekuatan dan garda terdepan dalam membangun Amarasi.

Harapan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) ini diungkapkan saat menerima kunjungan dari Badan Pengurus Ikatan Keluarga Amarasi Kabupaten Kupang di ruang Kerjanya, Kamis (12/05/2022).

“Sebagai gubernur saya tidak mau organisasi ini dibentuk hanya untuk duduk – duduk, bercerita, hadir di kedukaan. Tetapi organisasi ini harus menjadi kekuatan dan garda terdepan dalam membangun Amarasi,” ujar Gubernur VBL seperti dirilis Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT.

Oleh karena itu, sikap militan, berani, punya kepedulian, cerdas dan mampu berpikir maju adalah kunci utama untuk memajukan wilayah Amarasi.

“Orang dengan karakter seperti ini saya anggap sebagai saudara, dan sangat cocok untuk kerja dengan saya,” ujar Gubernur.

Gubernur VBL mengaku sangat berharap agar organisasi ini harus mampu melanjutkan karya besar yang telah dicetuskan dan dikerjakan oleh Veky Koroh yang pada masanya wilayah Amarasi menjadi salah satu pusat lumbung pangan dan ternak di NTT.  Oleh karena itu, sudah menjadi sebuah keharusan, setiap anggota wajib mengetahui apa saja potensi – potensi yang ada di Amarasi, sehingga ketika turun ke lapangan, semua sudah paham yang semestinya dikerjakan.

“Kita harus tahu jumlah lahan kosong ada berapa banyak, lahannya ada dimana saja, siapa yang mau terlibat didalamnya, kolaborasi dengan pemerintah seperti apa, dan target yang ingin dicapai seperti apa, berapa banyak orang yang akan tertolong dengan kerja seperti ini;  itu baru namanya kerja dengan visi yang jelas,” sambung GubernurVBL.

AUDIENCE – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat menerima pengurus Ikarasi Kabupaten Kupang di ruang kerjanya. (ist)

Pada kesempatan ini pula, mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem ini memperkenalkan gaya kerja baru kepada seluruh anggota IKARASI.

Menurutnya kerja sekarang itu bukan duduk berdiskusi di ruangan atau di kantor, tetapi aksi nyata dan kerja kolaborasi di lapangan adalah kerja sesungguhnya.

“Gedung Kantor itu hanyalah tempat untuk memback-up secara administrasi terhadap tindakan di lapangan. Dalam setiap kunjungan kerja saya ke kabupaten, jarang saya untuk menginap di hotel. Saya lebih suka berada di lapangan dan memilih untuk tidur di rumah penduduk. Nah kalau gubernur sudah seperti ini, masa Bupati, Kepala Dinas, Camat, Kepala Desa dan juga orang – orang yang tergabung dalam anggota organisasi kemasyarakatan hanya duduk dan berdiam diri di dalam ruangan?” tegas VBL.

Selain aksi nyata di lapangan, gubernur minta agar IKARASI juga terlibat dalam membangun kecerdasan manusia Amarasi, dengan cara menyekolahkan orang. Karena dengan sekolah seseorang bisa menjadi cerdas, dan kecerdasan yang dia peroleh dpat dipakai untuk membangun kembali daerahnya. Dan ilmu yang dipelajarinya harus sesuai dengan potensi yang ada di Amarasi, agar ketika selesai dia bisa kembali untuk membangun wilayahnya.

“Secara pribadi saya siap menanggung beberapa orang, bapak ibu juga mau tanggung berapa orang. Kasi mereka sekolah tentang mesin, agar mereka mampu membuat mesin pakan misalnya, atau sekolah khusus tentang budidaya lobster, karena perairan di Amarasi juga merupakan tempat lobster yang baik. Jadi biaya yang kita keluarkan akan dibayar dengan ilmu yang dipakai untuk bangun Amarasi,” lanjut nya.

Sementara itu, Albert Neno selaku Ketua IKARASI, mangatakan bahwa latar belakang dibentuknya organisasi ini untuk tetap menjaga budaya yang telah diwariskan, karena menurutnya saat ini telah terjadi pegeseran nilai budaya yang sudah ada.

Dan menurutnya IKARASI juga siap untuk menjalankan seluruh instruksi bapak Gubernur demi kesejahteraan rakyat Amarasi. Seluruh potensi yang ada di Amarasi akan diolah, dikerjakan dan dikembangkan dengan sistem kerja kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat. (epo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: