Waingapu, swaratimor.co.id – Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memberikan dukungan moril kepada puluhan warga yang menjadi korban banjir di Desa Lainjanji dan Desa Hadamakali Kecamatan Wulla Waijelu Kabupaten Sumba Timur. Dukungan moril tersebut ditunjukkan Gubernur VBL saat bersama rombongan meninjau lokasi banjir, pada Minggu (3/7/2022).

Dalam rilis Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT disebutkan, banjir yang terjadi karena meluapnya Sungai Lainjanji tersebut terjadi sejak Rabu (29/6/2022) dini hari itu merendam kurang lebih 50 rumah dan memaksa 30 warga di mengungsi ke Gereja Kemah Injil.

Dalam kunjungan tersebut Gubernur juga memberi dukungan moril kepada para korban yang terdampak bencana banjir tersebut. Gubernur Viktor juga mengajak masyarakat yang tinggal dipinggiran bantaran sungai untuk lebih waspada saat curah hujan dengan durasi lebih dari satu jam disaat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Pada kesempatan itu Gubernur VBL menyempatkan diri untuk berdialog dengan masyarakat setempat, perwakilan masyarakat yang diwakili oleh Camat Wula Wailuji menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan Gubernur NTT bersama rombong yang sudah menyempatkan waktu berkunjung kewilayahnya. Camat Wula Wailuji juga menyampaikan permohonan pembangunan dan perbaikan drainase/got (saluran air.red) yang selama ini telah rusak dan mengalami pendangkalan akibat endapan lumpur dan pasir untuk mencegah terjadinya banjir dikemudian hari.

“Pemerintah Provinsi NTT akan mencatat hal ini sebagai salah satu yang harus segera ditangani pembangunan dan perbaikan drainase agar tidak menganggu aliran air terlebih saat hujan turun”, tutur Gubernur NTT

Pada kesempatan itu juga Gubernur NTT juga meninjau jembatan penghubung antar Desa Lainjanji dan Desa Hadamakali yang terdampak banjir pada rabu kemarin.

Sebelumnya Gubernur NTT dan rombongan turut hadir dalam peresmian dan penabisan Gedung Gereja Kristen Sumba Timur. (enq)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: