Kupang, swaratimor.co.id – Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake, SH., MDC meminta para Imam baru yang ditahbiskan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Rabu (18/10/2023) di Gereja Sta. Maria Assumpta agar terlibat secara aktif  dalam upaya pembangunan di  bidang religius, sosial kemasyarakatan, ekonomi dan pendidikan.

“Para Imam yang ditahbiskan hari ini tidak hanya menjadi berkat bagi Gereja Katolik tetapi juga menjadi rahmat bagi Pemerintah dan Masyarakat Nusa Tenggara Timur. Dalam berbagai bidang tugas dan pelayanan yang akan dipercayakan Bapak Uskup dan Pemimpin Kongregasi, mereka akan terlibat secara aktif  dalam upaya pembangunan di  bidang religius, sosial kemasyarakatan, ekonomi dan pendidikan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur,” kata Ayodhia dalam sambutannya.

Turut hadir dalam acara tersebut Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Danlanud El Tari Kupang  Aldrin Petrus Mongan, Kepala Staf Korem (Kasrem) 161/Wira Sakti Simon Petrus Kamlasi, Pj Walikota Kupang Fanrensy Funay.

Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G. L. Kalake, SH., MDC  dalam sambutannya mengatakan para imam yang ditahbis merupakan anugrah bagi umat dan segenap masyarakat Nusa Tenggara Timur.

“Kita tentunya mensyukuri rahmat tahbisan yang telah diterima para Imam baru pada hari ini. Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya mengucapkan profisiat kepada para imam yang ditahbiskan pada hari.  Terima kasih kepada orang tua dan keluarga yang telah memperkenankan anak-anaknya untuk melayani Tuhan dan sesama umatnya,” ungkapnya.

Ayodhia juga memberikan apresiasi kepada para Imam yang telah melewati berbagai tahapan pendidikan, pembinaan, pendampingan dan pergumulan diri yang panjang, hingga memutuskan untuk menyerahkan diri secara utuh kepada Tuhan untuk menjadi pelayan bagi sesama yang membutuhkan.

Ayodhia juga memberikan pesan agar tetap melayani dengan setia kepada Tuhan dan umat.

“Jalanilah hidup sebagai pelayan terpilih secara teguh dan setia. Di tengah arus konsumerisme, perkembangan teknologi yang pesat dan kebebasan instan yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia baik itu sosial, religius, ekonomi, kebudayaan, politik dan berbagai aspek lainnya, para imam sebagai garda terdepan dalam pelayanan pastoral diharapkan semakin terlibat dalam berbagai kegelisahan dan pergulatan umat dan masyarakat pada umumnya,” tambah Ayodhia.

“Berkaitan dengan kondisi perubahan iklim ekstrem yang menjadi keprihatinan dunia dewasa ini. Paus Fransiskus telah mengeluarkan dua ensiklik penting tentang ekologi yakni Laudato Si dan Laudato Deum. Melalui kedua ensiklik ini, Gereja Katolik telah menunjukkan komitmen teguh untuk merawat dan menjaga lingkungan, dan semua ciptaan Tuhan. Saya mengajak para imam yang ditahbiskan pada hari ini untuk turut serta dalam berbagai upaya ekologis dengan spirit pembangunan berkelanjutan,” ajak Ayodhia.

Di akhir sambutannya, Ayodhia meminta agar para Imam dan juga semua tokoh agama untuk menjaga kesatuan dan kerukunan serta ketentraman masyarakat menjelang momentum Pilkada.

“Saat ini kita juga sedang memasuki tahapan politik menuju Pemilihan Umum Tahun 2024. Saya mengajak para pemimpin agama dan semua umat beragama untuk tetap menjaga kebersamaan,  kerukunan dan toleransi antar umat bergama. Mari tetap menjaga  perdamaian dan ketentraman untuk mendukung terlaksananya Pemilu yang partisipatif dan berkualitas di daerah ini. Kita boleh berbeda pilihan politik tetapi kita tetap bersaudara dalam satu ikatan persaudaraan Flobamorata,” tutup beliau.

Untuk diketahui ke-10 diakon yang ditahbis menjadi imam tersebut diantaranya Kanisius Alvindo Radja Kia, Lucas Fransiskus Heruiktom Conterius, Robin Henderikus De Canosa Lopes, Vergilius Mandonsa, Wulfridus Arnoldus Astu Wungo, Dominikus E. Gultom, Emilianus Dungnga Koten, Engelbertus Seran, Ponsianus Ladung, dan Joao Martinho Enfein.(ras)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: