Sejumlah tokoh agama diacara doa kebangsaan Bawaslu Kabupaten Kupang.(ist)

Kupang, swaratimor.co.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kupang menggelar perayaan Natal bersama dan doa kebangsaan dari para tokoh agama untuk Pemilu damai di Kabupaten Kupang.

Acara ini berlangsung di Hotel Sahid T-More, Senin (15/01/2024) sore dan dihadiri Asisten III Sekda Kabupaten Kupang, Novita Foenay, Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, Ketua FKUB Kabupaten Kupang Pendeta Yunus Kay Tulang, Tokoh Agama, Perwakilan dari Kajari Kabupaten Kupang, Binda NTT, Pimpinan Partai Politik Kabupaten Kupang, Bawaslu Provinsi NTT,  Komisioner Bawaslu kecamatan se- Kabupaten Kupang serta undangan lainnya.

Asisten III Sekda Kabupaten Kupang, Novita Foenay dalam sambutannya, berharap makna natal, yaitu cinta kasih dan pengharapan dapat di aplikasikan dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing orang.

“Atasnama Pemerintah saya ucapkan selamat Natal dan Tahun Baru buat keluarga besar Bawaslu Kabupaten Kupang. Semangat dan sukacita natal terus menggema di dalam hati dan kehidupan kita. Kiranya makna natal, yaitu cinta kasih dan pengharapan dapat di aplikasikan dalam tugas dan tanggung jawab kita masing-masing,” kata Novita Foenay mengawali pesan dan kesan natalnya.

Novita Foenay

Dikatakan Novita, Bawaslu dalam tugas dan pelayanannya menyukseskan pemilu, harus melandasi pelayanan dengan cinta kasih dan ketulusan.

“Saya percaya dalam tuntunan kasih Tuhan, tugas, wewenang, dan kewajiban Pengawas Pemilu berdasarkan amanat Undang-Undang dapat dilaksanakan dengan baik. Memang tugas yang cukup berat bagi seluruh jajaran Bawaslu di tahun politik ini, namun demi nusa dan bangsa, dan dilandaskan Kasih Tuhan, kita siap melaksanakannya,” ungkapnya.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Kupang Marthoni Reo mengatakan, Bawaslu dalam menjalankan tugasnya, penting mengawasi semua tahapan pemilu.

“Menjaga aturan, menangani masalah, pelaporan, temuan, mengawal dan sebagainya yang berkaitan dengan tahapan pemilu. Bicara soal Partai politik, wajar jika ada yang suka dan tidak suka dengan Bawaslu. Itu tidak jadi soal, terpenting tugas pokok Bawaslu tetap jadi prioritas. Semua calon menjadi objek pengawasan kami. Setiap hari kami harus temui orang, adakala damai sejahtera semakin hari semakin jauh. Saya ingin, kiranya dengan natal ini, damai sejahtera kembali ada. Kedamaian sampai selama-lamanya,”jelas Thoni.

“Refleksi makna Natal, menginspirasi hidup kita. Terima kasih kepada semua yang hadir, berkolaborasi bersama ciptakan pemilu yang jujur dan adil. Tuhan tuntun kita di tahun 2024,”sambung Thoni lagi.(epo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: