Suasana Lokakarya Perhubungan dengan tema Potensi Pendapatan Asli Daerah Melalui Retribusi Parkir di Kota Kupang.(Ist)

Kota Kupang, swaratimor.co.id – Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) menggelar Lokakarya Perhubungan dengan tema “Potensi Pendapatan Asli Daerah Melalui Retribusi Parkir di Kota Kupang”, Senin (30/9/2024) di Hotel Swiss-Bellcourt, Kupang.

Kegiatan ini dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega dan dihadiri Kepala Perwakilan Ombudsman NTT, Darius Beda Daton, Kepala Balitbangda Kota Kupang, Solvie Y. H. Lukas, Ketua Dewan Pengurus Organda NTT dan Kota Kupang; para narasumber; perwakilan perangkat daerah di lingkup Pemkot Kupang; tokoh masyarakat; serta pengelola parkir dan transportasi daring.

Pj. Wali Kota Kupang dalam sambutan yang disampaikan Ignasius Repelita Lega menjelaskan, visi Kota Kupang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2007–2025 adalah mewujudkan Kota Kupang yang maju, mandiri, adil, dan sejahtera. Salah satu upaya yang tengah dilakukan untuk mewujudkan visi tersebut adalah penataan di sektor perhubungan, termasuk pengelolaan retribusi parkir.

Menurut Ignas, Kota Kupang dengan keterbatasan sumber daya alam harus mampu berinovasi dan memanfaatkan potensi lain untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya melalui retribusi parkir. Dengan diterbitkannya Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Retribusi Parkir, Pemerintah Kota Kupang terus berupaya meningkatkan penerimaan daerah melalui optimalisasi potensi tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan lokakarya ini dan berterima kasih kepada Balitbangda Kota Kupang, tim akademisi dari Universitas Nusa Cendana, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini,” kata Ignas.

Ignas menambahkan, untuk meningkatkan PAD, sektor-sektor strategis seperti retribusi parkir harus dikelola secara optimal. Penerimaan dari retribusi parkir ini diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pembangunan yang lebih baik di Kota Kupang.

Sementara itu, dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Kabid Pembangunan, Inovasi, dan Teknologi Balitbangda Kota Kupang, disebutkan bahwa saat ini Pemerintah Kota Kupang masih mengandalkan retribusi parkir tepi jalan dan retribusi parkir tempat khusus. Namun, kontribusi kedua jenis retribusi ini terhadap PAD masih tergolong kecil.

Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor serta penambahan jalan dan pusat bisnis di Kota Kupang, potensi kontribusi retribusi parkir semestinya dapat ditingkatkan. Melalui lokakarya ini, diharapkan akan lahir rekomendasi kebijakan (Policy Brief) untuk mendorong pertumbuhan retribusi parkir guna meningkatkan PAD Kota Kupang secara signifikan.(chris)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: