Sekretaris BPBD Provinsi NTT, Yohanes Taka Dosi.(*)

Kupang, swaratimor.co.id – Bayi dibawah lima tahun atau balita dan anak berkebutuhan khusus yang menjadi korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi 15 Agustus lalu di Pulau Flores Nusa Tenggara Timur masih mengharapkan bantuan karena hingga saat ini bantuan bagi bayi dan anak berkebutuhan khusus dirasa masih kurang.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Yohanes Taka Dosi, Selasa (18/8/2026).

“Sesuai informasi yang kita peroleh, yang masih kurang itu Tenda, Dapur Umum, kebutuhan untuk anak Balita, kebutuhan bagi anak berkebutuhan khusus yang kita akan dorong. Kemarin ada donator yang bertanya kira-kira apa yang bisa kami donor, kami sampaikan bahwa kebutuhan untuk anak balita dan anak berkebutuhan khusus masih sangat dibutuhkan saat ini termasuk dengan suppor air bersih,” kata Dosi di ruang kerjanya.

Menurut Dosi, hingga saat ini sudah 70 orang meninggal dunia dan sudah dilakukan penanganan oleh tim secara terpadu dibawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana dan di support oleh berbagai unsur, baik itu di tingkat Provinsi, Kabupaten bahkan tingkat pusat.

Ditanya soal bantuan, Dosi menjelaskan, Pemerintah telah mengirim berbagai bantuan melalui Labuan Bajo dan Maumere Kabupaten Sikka.

“Jenis bantuan yang sudah kita dorong, baik itu dari pintu masuk Labuan Bajo kemudian Maumere juga datangnya dari Kupang, hari Minggu kemarin kita sudah mengirim bantuan menggunakan satu Kapal Fery berupa kebutuhan dasar logistik, peralatan, tenda, kendaraan operasional, peralatan mesin untuk mengaktifasi jaringan telekomunikasi kemudian mengaktifasi dan menormalkan jaringan transportasi jalan, tenaga medis. Kemudian hari Senin 17 Agusutus kemarin kita dorong lagi bantuan menggunakan kapal Fery Lakaan juga membawa bantuan, personil juga peralatan, Ambulance bantuan dari TNI juga Polri, ormas-ormas. Kemudian tadi kita dorong menggunakan pesawat angkatan udara obat-obatan. Jadi ada satu kendaraan barang yang kita dorong dari sini (Kota Kupang).Itu obat-obatan saja yang merupakan bantuan dari Kimia Farma dan donatur yang lain,” jelas Dosi lagi.

Ditanya soal anggaran, Dosi menjelaskan Pemerintah Provinsi NTT telah mencairkan anggaran Belanja Tidak Tetap (BTT) sebesar Rp1,5 miliar untuk mendukung penanganan pascagempa bumi di pulau Flores.

“Jadi kita kemarinmengajukan ke Badan KeuangannProvinsi untuk menggunakan BTT sebesar Rp1,5 miliar guna mendukung penanganan darurat selama 14 hari pascagempa. Kalau kurang nanti kita ajukan lagi,” jawab Dosi.

Dosi mengakui, sampai saat ini masih banyak warga yang tinggal di tenda-tenda darurat karena rumah mereka rusak dan masih terjadi gempa susulan yang membuat mereka takut kembali ke rumah.

“Sampai saat ini masih ada yang tinggal di tenda-tenda darurat karena sampai saat ini masih ada gempa-gempa susulan berdasarkan informasi dari BMKG,” terang Dosi lagi.

Dosi menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT masih membuka ruang bagi berbagai pihak untuk memberikan donasi. Sumbangan uang dapat disalurkan melalui Bank Pembangunan Daerah atau Bank NTT melalui rekening dana penampung bantuan gempa Flores di nomor : 2516457352.

Sementara data tertulis yang diperoleh media ini dari Posko BPBD Provinsi NTT menyebutkan, jumlah korban jiwa 71 orang yang tersebar di Kabupaten Manggarai 27 orang, Manggarai Barat 3 orang, Manggarai Timur 25 orang, Ende 2orang, Sikka 4 orang, Ngada 2 orang dan Kabupaten Nagekeo 8 orang. Sementara yang mengalami luka-luka di Kabupaten Manggarai 119 orang, Manggarai Barat 12 orang, Manggarai Timur 84 orang, Ende 14 orang, Sikka 30 orang, Ngada 34 orang dan Kabupaten Nagekeo 22 orang.

Sedangkan yang masih mengungsi di Kabupaten Manggarai tercatat 10.803 jiwa,   Manggarai Timur 2.681 jiwa, Sikka 914 jiwa dan Kabupaten Nagekeo 4.759 jiwa.

Selain itu sejumlah fasilitas umum seperti Puskesmas, Sekolah dan Perkantoran banyak yang mengalami kerusakan.(epo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: