Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena saat meluncurkan program Ovop Bawang Merah Goreng Sumlili.(Ist)

Oelamasi, swaratimor.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, meluncurkan program One Village One Product (OVOP) “Bawang Merah Goreng Sumlili”, Kamis (3/9/2026).

Dalam acara ini Gubernur Melki mendorong Desa Sumlili di Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang ini mengubah potensi produksi bawang merah yang dapat mencapai lebih dari 100 Ton/Tahun menjadi produk olahan bernilai tinggi.

Peluncuran ini merupakan bagian dari Program Intervensi Perangkat Daerah (OPD) yang dilaksanakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT sebagai wujud kehadiran pemerintah dalam mengembangkan potensi desa, meningkatkan produktivitas, memperkuat kapasitas SDM, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Mengawali sambutannya, Gubernur Melki kembali mengajak masyarakat untuk terus mendoakan dan memberikan dukungan kepada saudara-saudari di Pulau Flores yang terdampak bencana.

“Saya mengajak Bapak/Ibu semua untuk kembali memberikan doa serta dukungan untuk seluruh saudara-saudari kita di Pulau Flores,” ungkapnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Kupang yang turun langsung mengantar bantuan dan merasakan situasi masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores.

Selanjutnya terkait program intervensi yang dilaksanakan, Gubernur Melki menegaskan pembangunan harus hadir hingga ke desa dan mampu mengubah potensi lokal menjadi produktivitas, nilai tambah, pendapatan, dan kesejahteraan.

“Program intervensi perangkat daerah di desa harus kita maknai sebagai wujud nyata kehadiran pemerintah: hadir untuk mendengar kebutuhan masyarakat, mengembangkan potensi desa, memperkuat kapasitas manusia, dan membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas,” ujar Gubernur Melki.

Menurutnya, potensi produksi bawang merah di Sumlili harus diikuti dengan hilirisasi agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Desa Sumlili memiliki potensi besar produksi bawang merah di Kecamatan Kupang Barat, dengan total produksi lebih dari 100 ton dari 86 hektare,” ungkapnya.

Ia menekankan hilirisasi produk yang dilakukan tentunya merubah skema dari menjual produk mentah menjadi menjual produk olahan yang tentunya memiliki nilai ekonomis yg lebih tinggi.

“Kalau sebelum dilaksanakan hilirisasi, kita kenal istilah TAPA JU yang berarti Tanam-Panen-Jual. Sekarang setelah dilaksanakan hilirisasi, skema ini berubah menjadi TAPA OKE JU yaitu Tanam-Panen-Olah-Kemas-Jual. Skema ini tentunya sangat efektif guna mendorong peningkatan nilai ekonomis suatu produk, termaksud dengan bawang merah yang diolah menjadi bawang goreng,” ucapnya.

Ia menjelaskan, bawang merah yang dijual sekitar Rp20.000 per kilogram dapat diolah menjadi bawang merah goreng. Sekitar tiga kilogram bawang merah dapat menghasilkan satu kilogram bawang goreng yang kemudian dikemas dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp30.000 per 100 gram.

“Jika dihitung dengan biaya produksi, keuntungan penjualan bisa sekitar empat sampai lima kali lipat,” jelasnya.

Gubernur mendorong agar produk Bawang Merah Goreng Sumlili terus diperkuat dari sisi kualitas, kemasan, branding, dan pemasaran sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala BKD Provinsi NTT, Kanis Mau, menyampaikan bahwa selain pengembangan OVOP, BKD juga telah melaksanakan Sosialisasi Sekolah Kedinasan kepada 150 siswa/siswi bertempat di SMAN 1 Kupang Barat pada 19 Agustus 2026 untuk memperluas wawasan dan mempersiapkan generasi muda meraih pendidikan serta masa depan yang lebih baik.

Kadis Perindag Kabupaten Kupang, Adrian Abineno, yang hadir mewakili jajaran Pemerintah Kabupaten Kupang menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dari Pemerintah Provinsi NTT atas pelaksanaan program intervensi hari ini.

“Pelaksanaan kegiatan hari ini adalah bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong peningkatan ekonomi melalui pengembangan produk lokal di Desa Sumlili yaitu Produk Bawang Goreng Sumlili.  Untuk itu mewakili Bapak Bupati dan Jajaran Pemerintah Kabupaten Kupang, kami ucapkan terima kasih untuk pelaksanaan kegiatan ini,” ucapnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala BKD Provinsi NTT, Kanis Mau, Kadis Pariwisata dan EK Provinsi NTT, Doris Rihi, Kadis Koperasi dan UKM, Linus Lusi, Karo PBJ Setda Provinsi NTT, Jose Naibuti, Karo Umum Setda Provinsi NTT, Gusti Sigasare, Plt. Karo Adpim Setda Provinsi NTT, Yohanes A. Kore, Kadis Perindag Kabupaten Kupang, Adrian Abineno, Camat Kupang Barat, Villy Nakamnanu, Kepala Desa Sumlili, Yusael Ndun, Unsur Forkopimda Kabupaten Kupang.(cha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: