Bupati Kupang, Yosef Lede saat memberikan cinderamata.(Ist)

Jakarta, swaratimor.co.id – Perjuangan dan upaya Bupati Kupang Yosef Lede dalam memperkuat dukungan sarana operasional bagi pelayanan masyarakat di Kabupaten Kupang  membuahkan hasil. Hal ini dibuktikan dengan  dihibahkannya 7 unit kendaraan Toyota Innova dan 1 unit Dental Kit dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Hibah tersebut diperoleh setelah Bupati Kupang Yosef Lede, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Plt. Asisten Administrasi Umum dan Kepala Bapperida, melakukan pertemuan dan koordinasi dengan jajaran Kementerian Keuangan RI di Kantor Kementerian Keuangan RI di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Yosef Lede seperti dalam rilis yang dibagikan Bagian Prokopim Kabupaten Kupang kepada media di Kupang , menyampaikan bahwa bantuan tersebut akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang masih membutuhkan dukungan sarana operasional.

Yos Lede juga telah melakukan pengecekan terhadap kondisi kendaraan yang akan dihibahkan. Berdasarkan hasil pengecekan, kendaraan-kendaraan tersebut secara umum masih dalam kondisi baik dan layak untuk dimanfaatkan.

“Kami berharap aset yang diserahkan ini menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan secara baik. Kendaraan-kendaraan ini akan kami optimalkan untuk mendukung pelayanan dan kebutuhan masyarakat di daerah,” katanya.

Menurut Yos Lede, hibah ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat sekaligus kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Kupang untuk memperkuat pelayanan publik.

“Ini menjadi berkat, bukan karena apa-apa, tetapi murni karena kita bersyukur. Ada tujuh kendaraan ini masih bagus dan ada daerah yang membutuhkan. Karena itu, kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kupang akan segera menindaklanjuti proses administrasi dan dokumen hibah melalui koordinasi bersama Kementerian Keuangan RI agar seluruh proses dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Yos Lede juga memastikan aset yang diterima nantinya akan dikelola dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab. Monitoring akan dilakukan agar kendaraan dan dental kit tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi kebutuhan pemerintahan maupun pelayanan masyarakat.

“Ini bisa bermanfaat dan semakin menjalin hubungan kita semua supaya baik. Karena hibah ini juga harus kita lakukan monitoring, sehingga pemanfaatannya dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Yos Lede menilai dukungan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah merupakan bagian dari semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari keberhasilan pembangunan di daerah.

“Kita adalah NKRI. Secara Indonesia, kita sama-sama bertanggung jawab untuk negara ini. Kita selalu membantu, karena keberhasilan di pusat juga ditunjang dari keberhasilan di daerah,” tambahnya.

Emanuel Agust Hartono, Kepala Biro Manajemen BMN dan Pengadaan Setjen Kemenkeu

menjelaskan bahwa penyerahan hibah tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Keuangan untuk mengoptimalkan pemanfaatan BMN yang sudah tidak lagi digunakan oleh kementerian. Menurutnya, aset negara yang masih memiliki nilai manfaat tidak harus dikuasai atau digunakan oleh satu unit kerja saja, tetapi dapat dioptimalkan pemanfaatannya oleh pihak lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap aset yang diserahkan ini menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan secara baik. Aset-aset yang memang sudah tidak lagi digunakan oleh Kementerian Keuangan ini dapat dimanfaatkan oleh teman-teman yang lain,” ungkapnya

Hartono menambahkan, optimalisasi aset merupakan hal yang terus dilakukan oleh Kementerian Keuangan. Tidak hanya kendaraan, tetapi juga aset berupa gedung dan fasilitas lainnya dapat dimanfaatkan secara bersama oleh unit atau pihak lain apabila sudah tidak digunakan secara optimal oleh pemilik awal.

Hartono juga menyampaikan bahwa kondisi kendaraan hibah telah diperiksa bersama tim dan secara umum masih baik. Ia berharap kerjasama antara Kementerian Keuangan dan Pemerintah Kabupaten Kupang dapat terus diperkuat.

“Kami berharap kerjasama ini bisa terus dilaksanakan dan kami juga akan ikut memantau. Setelah proses serah terima ini, pengambilan barang dan pengurusan dokumen dapat dikoordinasikan secara teknis dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Dini Kusumawati, Sekertaris Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu RI dalam kesempatan itu juga menjelaskan bahwa hibah kendaraan tersebut terjadi sebagai dampak dari perubahan struktur organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan.

Menurutnya, unit kerja yang sebelumnya memiliki struktur organisasi lebih besar kemudian mengalami reorganisasi dan transformasi. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah unit berkurang, sehingga kendaraan dinas yang tersedia menjadi berlebih.

“Ini bukan karena apa-apa, tetapi murni karena adanya perubahan struktur. Karena unit kami berkurang, otomatis kendaraan dinas menjadi berlebih. Kalau tetap dipertahankan, nanti nilainya akan turun. Karena itu, kendaraan tersebut harus dihibahkan,” jelasnya

Dikatakan, proses hibah tersebut menjadi kesempatan agar kendaraan yang masih dalam kondisi baik dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pemerintah daerah yang membutuhkan.

“Ada tujuh kendaraan, insyaallah masih bagus, dan ada yang membutuhkan. Jadi, kami berharap kendaraan ini nantinya dapat bermanfaat di tempat yang baru dan sekaligus semakin menjalin hubungan baik di antara kita,” ujarnya.

Dini  juga menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap pemanfaatan aset tersebut setelah proses hibah selesai. Ia menegaskan bahwa koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus dilakukan, termasuk dalam proses monitoring dan penyelesaian administrasi.

“Tahun depan saya akan ke sana untuk melakukan monitoring. Jadi, setelah hibah ini, kita akan tetap memantau pemanfaatannya agar aset tersebut benar-benar memberikan manfaat,” ungkapnya.(epo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: