Kupang, swaratimor.co.id – Berdasarkan hasil operasi timbang bulan Agustus 2022, sebanyak 5.487 anak di Kota Kupang mengalami stunting. Karena itu, Pemerintah Kota Kupang terus berupaya melakukan berbagai upaya guna menekan angka stunting atau masalah kekerdilan akibat kekurangan gizi dalam waktu lama.
Seperti dilakukan, Kamis (1/12/2022) di pelataran kantor Lurah Naimata Kecamatan Maulafa, dimana para ibu hamil dan anak hadir mengikuti kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta balita stunting dan gizi buruk sekaligus sosialisasi gemar makan ikan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Kupang dengan Bulog, PT Elitism NTT dan Pramuka Kwarda NTT.

Penjabat Walikota Kupang, George Hadjoh dalam sambutannya mengatakan, upaya menekan angka stunting tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Pekerjaan menurunkan angka stunting harus dilakukan secara kolaboratif.

“Memang sekarang kita tidak bisa lagi bekerja sendiri. Kalau kita melakukan sendiri-sendiri, itu sebenarnya kita makan puji dan tidak bisa berhasil dengan baik. Kita harus satukan kekuatan kita semua untuk supaya yang stunting itu kita bikin pertumbuhan bisa lebih hebat maka kita perlu kerjasama dengan sungguh-sungguh, dengan hati yang tulus,” kata George.

Demo Memasak Ikan (*)

George mengaku telah meminta tiga OPD, yakni Dinas Kesehatan, Kependudukan, Perlindungan anak dan perempuan untuk kerja kolaborasi mengatasi stunting mulai dari ibu hamil.

“Pemerintah, pengusaha dan lembaga lain serta media untuk kerja kolaborasi dengan pendekatan verbal. Pemerintah tidak punya dana maka kita perlu orangtua angkat bagi anak-anak stunting dari keluarga miskin dimulai dari ibu hamil. Mari kita kerja lebih keras, dan sungguh-sungguh maskimal 2024 stunting sudah di 1 digit. Stunting dan inflasi pangan dan energi butuh kerja kolaborasi lewat gerakan menanam di semua lahan, baik lahan pemerintah maupun lahan keluarga,” sambung George lagi.

Sebelumnya perwakilan dari PT. Elitism, Yuliana mengatakan, pihaknya merasa senang karena bisa berbagi untuk mengatasi masalah stunting di Kota Kupang.

“Kami bersama tim melakukan kegiatan berbagi. Kami mengajak anak-anak muda, kebetulan karyawan saya yang hari ini berbagi untuk program stunting, kebetulan pengusaha Elitism ini bergerak dibidang perikanan sehingga kami sedikit sosialisasi gemar makan ikan. Kami berterima kasih kepada Bapak Penjabat Walikota karena sudah beri kami ruang untuk melakukan suatu kebaikan di Kota Kupang,” kata Yuli.

Ketua Kwarda Pramuka, Sinun Petrus Manuk dalam sekapur sirihnya mengatakan, kegiatan kolaborasi penurunan stunting di Kantor Lurah Naimata merupakan kegiatan kedua dari Kwarda Pramuka NTT. Sebelumnya Kwarda Pramuka telah melakukan tanggal 19 November lalu di Puskesmas Oesapa.

“Ini kali kedua dan sasaran kami Pramuka itu Puskesmas. Kami tidak punya uang tapi kami punya orang. Anak-anak Pramuka di NTT itu jumlahnya ribuan orang dan untuk itu kami coba menggalang kekuatan potensi anak yang besar ini untuk memberi perhatian khusus pada stunting. Kami Pramuka mengajak kita sekalian untuk stunting ini menjaditanggung jawab kita bersama dan kalau boleh kita kerja kolaborasi sehingga saya yakin stunting yang enam ribu ini akan segera turun,” kata Sinun Petrus Manuk.

Kegiatan PMT bagi ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta balita stunting dan gizi buruk sekaligus sosialisasi gemar makan ikan ini diwarnai dengan acara memasak ikan yang dilakukan oleh Penjabat Walikota Kupang, George Hadjoh didamping Kadis Perikanan Kota Kupang, Ejbends Doeka dan pemberian akte kelahiran serta Kartu Identitas Anak (KIA).(epo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: