Oelamasi, swaratimor.co.id – Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, Selasa (1/8/2023) melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke wilayah Kabupaten Kupang.

Dalam kunjungan kerja kali ini, Bupati Kupang Korinus Masneno mendampingi Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat (VBL) meninjau UPTD. Pendapatan Daerah Provinsi NTT Wilayah Kabupaten Kupang di Babau, Kecamatan Kupang Timur, Selasa (1/8/2023).

Gubernur VBL berkeliling meninjau kantor Samsat dan mengikuti pemaparan singkat dari beberapa Dinas terkait diantaranya dari Kepala UPTD.Pendapatan Daerah Prov.NTT Wilayah Kabupaten Kupang, Nafilitalia Anu, Kepala UPT. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Kabupaten Kupang, Sevrianus Seran Berek terkait rencana pengelolaan kawasan hutan di Kabupaten Kupang, dan Kepala Bidang Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote dan Sabu Raijua, Dominikus Jemi Pedang tentang bidang pengelolaan ruang laut pada Instalasi Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Noekele dan Instalasi Balai Benih Ikan Pantai Tablolong.

Dalam pemaparannya, Nafilitalia menjelaskan target penerimaan tahun 2022 sebesar Rp55.627.024.167, realisasinya per 30 Desember 2022 adalah Rp29.530.344.420 atau 51,94%. Sedangkan target tahun anggaran 2023 : Rp50.640.164.261, realisasi pada Januari s/d 31 Juli 2023 : Rp16.649.784.213 atau 32,88%.

Dia menyebut, beberapa kendala yang ditemukan antara lain pandemi Covid 19 yang membawa dampak penurunan penerimaan pajak yang cukup signifikan. Kemudian, jarak tempuh antara tempat tinggal masyarakat/wajib pajak dengan kantor Samsat yang cukup jauh, banyaknya kendaraan bermotor yang dibeli menggunakan identitas lain, setelah itu diperjualbelikan ke luar wilayah NTT. Juga, kurangnya kesadaran wajib pajak untuk melaporkan proses jual beli kendaraan bermotor ke Kantor Samsat, dan banyaknya kendaraan bermotor plat luar daerah yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kupang tapi tidak memberikan kontribusi terhadap PAD serta menggunakan kuota BBM dan infrastruktur di wilayah Provinsi NTT.

Nafilitalia Anu juga melaporkan kegiatan yang dilaksanakan selama tahun Januari-Juli 2023, yaitu pelayanan loket Samsat keliling di tiga lokasi : terminal Bolok, ASDP Bolok, Civic Center; kegiatan door to door dilaksanakan di tiga desa : Noelbaki, Bolok, Penfui Timur; dan kegiatan operasi tilang gabungan.

Dari pemaparan-pemaraparan yang dikemukakan pemateri tersebut, Gubernur NTT Victor Laiskodat menandaskan bahwa sistem kerja yang mumpuni adalah berkolaborasi.

“Kadang kita belum punya relasi yang kuat untuk berkolaborasi. Dan pengetahuan yang baik terhadap aset yang dimiliki. Untuk itu saya tekankan pentingnya berkolaborasi,”ungkapnya. Ia juga mendorong agar semua Aparatur Pemerintah banyak membaca, perbanyak referensi, belajar informasi baru yang sedang bertumbuh/berkembang.

“Ada empat isu dunia yang menjadi perhatian saat ini yaitu pangan, energi, air dan populasi. Terhadap hal ini salah satu contoh yang ingin saya tekankan adalah tanam bambu dan pemanfaatannya. Bambu itu banyak manfaat, sekali tanam, benih beribuan yang tumbuh. Satu rumpun tanaman bambu bisa menyimpan ribuan liter air. Suatu saat nanti, semua kebutuhan akan beralih ke bambu. Misalkan kebutuhan primer masyarakat yaitu rumah, atapnya akan menggunakan bambu, lebih sejuk tahan panas. Kedepan bisa 20 tahun, semua akan menuju ke bambu. Tidak sekadar tanam bambu, tapi  mengerti pemanfaatannya,”jelas Laiskodat.

Sedangkan terkait kawasan hutan, Gubernur VBL arahkan untuk bisa melakukan perhitungan karbon kredit. Bahkan dirinya mengingatkan aparatur pemerintah cara pendekatan birokratnya jangan sebatas kerja administrasi, tapi perlu menunjukkan produktivitasnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT Alex Lumba, Kadis Pertanian NTT Lucky Koli dan sejumlah Pimpinan OPD Lingkup Pemkab Kupang diantaranya Kadishub Ricky Djo, Kepala Bapenda Frans Taloen.(epo)

 

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: