BANTUAN - Bupati Kupang, Korinus Masneno (Kanan) menerima bantuan secara simbolis dari BNPD yang diserahkan Eny Supartini. (Ist)

Oelamasi, swaratimor.co.id – Gempa berkekuatan magnitudo 6,6 yang terjadi, Kamis 2 November 2023 telah mengguncang wilayah Kabupaten Kupang dan merusak sejumlah fasilitas umum seperti perkantoran di Civic Center Oelamasi Kabupaten Kupang mulai dari Kantor Bupati, hingga sejumlah kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Kupang diantaranya Bependa, Dinas Pariwisata, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, BPKAD hingga merusak sejumlah sekolah dan rumah milik warga yang terbilang cukup banyak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dipimpin Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial, Sosial Ekonomi dan SDA, Dra. Eny Supartini, M.M. bersama Tenaga Ahli Rehabilitasi dan Konstruksi Purwadi melakukan pemantauan di lapangan melihat kondisi yang terjadi.

Eny mengatakan, pihaknya melakukan inventarisir dan tentunya menunggu pelaporan terkini dari BPBD Kabupaten Kupang sehingga bisa diperhatikan lebih lanjut. Pada kesempatan tersebut Eny menyerahkan bantuan tanggap darurat kepada Pemda Kabupaten Kupang yang diterima Bupati Kupang Korinus Masneno, Jumat (3/11/2023).

Bantuan yang diberikan diantaranya dukungan operasional penanganan bencana sebesar Rp250 juta, makanan siap saji 500 pcs, sembako 500 pack, terpal 100 set, tenda 4×4 100 set, tenda pengungsi 2 set, matras 100 bh, selimut 100 lembar.

Penyerahan bantuan secara simbolis.(*)

Eny berharap bantuan yang diberikan bisa membantu masyarakat yang terdampak gempa.

“Ini bantuan yang kami berikan bapak, semoga bisa membantu,” ungkap Eny.

Bupati Kupang Korinus Masneno atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabuaten Kupang mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat dalam hal ini BNPB.

Dikatakan, gempa kali ini terbilang cukup besar dan sangat dirasakan sehingga merusak mulai dari perkantoran Pemerintah, sekolah, rumah ibadat hingga rumah-rumah masyarakat.

Dirinya juga bersama Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake telah melakukan kunjungan di beberapa lokasi terdampak gempa dan memang kondisinya cukup parah sehingga telah di keluarkan status tanggap darurat bencana gempa bumi dengan nomor 429/Kep/HK/2023 tanggal 3 November hingga 2 Desember 2023. “Terima kasih Ibu Enny dan tim yang sudah datang dan memberikan bantuan ini, tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Masneno.

Dirinya menyatakan bahwa pendataan dan inventarisir terus dilakukan di bawah koordinasi BPBD Kabupaten Kupang. Komunikasi dengan BPBD Provinsi dan BNPB terus dilakukan dan akan disampaikan perkembangannya.

“Saya telah instruksikan para Kades/Lurah dan para Camat untuk melakukan inventarisir dan pendataan secara baik masyarakat yang terkena bencana untuk kita laporkan kepada Pemerintah Pusat. Kepada masyarakat yang terdampak saya harap agar terus waspada terhadap kemungkinan yang bisa terjadi seperti gempa susulan dan bagi yang terdampak segera laporkan kepada Kades/lurah sesegera mungkin untuk di data,” kata Masneno.

Untuk diketahui, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake, Jumat (03/11/2023) siang telah meninjau lokasi kerusakan akibat Gempa Bumi di Kabupaten Kupang, diantaranya di SMP Negeri 3 Kupang Tengah Satu Atap Oelpuah Kecamatan Kupang Tengah, SD Negeri Kuannunuh di Desa Bokong Kecamatan Taebenu dan Rumah Warga di Desa Retrain Kecamatan Amarasi Selatan.

Turut hadir pada penyerahan bantuan ini Plt. Sekda Kab.Kupang Mesak Elfeto, Kalak BPBD Semmy Tinenty, Penata Penanggulangan Bencana BNPB Aulia Ismi Savitri, Analisis Bencana BNPB Elon Praka.(epo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: