Kupang, swaratimor.co.id – Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Johni Asadoma M.Hum mengungkapkan keyakinannya akan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (Stikum) Profesor Dr. Yohanes Usfunan SH,MH yang dapat berkembang menjadi sebuah sekolah tinggi ilmu hukum yang hebat dimasa mendatang.

“Bapak, Mama, para wisudawan sekalian, anda harus bangga menjadi lulusan pertama dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum ini. Saya sangat percaya bahwa Stikum kedepan akan berkembang menjadi sekolah ilmu hukum yang hebat dibawah kepemimpinan Profesor Yohanes Usfunan. Belajar ilmu hukum ini ibarat kita memasuki suatu belantara hutan yang tak bertepi karena tidak ada kehidupan manusia yang tidak diatur oleh hukum,” kata Johni Asadoma dalam sambutannya pada acara wisuda angkatan pertama Stikum Profesor Dr. Yohanes Usfunan SH,MH di Kampus Stikum yang terletak di Jalan Pendidikan Desa Nasipanaf Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang, Selasa (27/12/2022).

Kapolda NTT yang juga mantan petinju yang pernah membawa nama Indonesia pada ajang Olympiade XXII di Los Angeles tahun 1984 ini lebih lanjut mengatakan, sejak seseorang dilahirkan kedunia ini, orang tersebut telah dikenai aturan yakni harus memiliki akte kelahiran. Kemudian saat seseorang berjalan di jalanan, orang tersebut pun harus taat pada aturan yang ada. Begitu juga saat orang kuliah, bersekolah dan bekerja, ada aturan hukum yang mengaturnya. Karena itu, tidak heran orang hukum mengatakan bahwa hukum adalah hal terpnting dalam hidup.

“Kalau bapak, ibu nonton televisi, 50 persen atau bahkan lebih (siarannya) itu semua berhubungan dengan hukum. Mulai dari masalah Lalu Lintas, masalah pencurian, pembunuhan, Korupsi dan banyak sekali tuntut menuntut dan sebagainya. Jadi belajar ilmu hukum sesungguhnya belajar tentang kehidupan itu sendiri,” kata Johni Asadoma lagi.

Wisuda STIKUM

Sebelumnya Direktur STIKUM, Prof. Dr. Yohanes Usfunan, SH., MH dalam sambutannya mengatakan, acara wisuda 19 mahasiswa Stikum meyakinkan mahasiswa bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak main-main dalam menghasilkan Sarjana Hukum bagi bumi Flobamorata.

“Hari ini saudara bangga, yang tadinya anda ragu-ragu sama saya, sekarang anda percaya. Anda adalah bagian dari pada Thomas tapi saya kira Thomas dalam penelitian hukum empirik iya. Tapi berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya. Itu adalah aliran penelitian hukum normative. Saya sangat bangga melihat saudara karena saudara-saudara adalah teman saya. Mengapa saya mengatakan teman karena bersama saya mengukir kampus ini yang didukung oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Kapolda NTT saat ini yang pada saat itu masih Wakapolda. Beliau ikut mendorong bagaimana kampus ini bisa berjalan dengan baik,” kata Profesor Usfunan.

Dosen Udayana Bali ini lebih jauh menjelaskan, Stikum memiliki 3 visi besar, yakni pertama kualitas. Kedua kompetitif dan ketiga adalah etika.

“Dalam Visi Stikum, pertama adalah kualitas. Kedua adalah kompetitif dan ketiga adalah beretika. Sasaran Stikum adalah output atau  Sarjana kalian ini harus selevel dengan tamatan negeri. Mengapa negeri dipakai standar karena negeri punya kelebihan dari segi SDM dan fasilitas-fasilitas. Karena itu anda boleh berbahagia tapi anda juga menunjukkan akuntabilitas saudara bagaimana anda mempertanggungjawabkan kesarjanaan saudara. Sebelumnya anda memang merindukan tapi hari ini anda sudah diberikan Sarjana hukum dan pasti saudara akan dimintakan pertanggungjawaban. Ibarat setitik air tumpah di samudra lautan yang begitu luas,” jelas Profesor Usfunan.

19 orang wisudawan ini, tiga diantaranya dinyatakan lulus dengan Suma Cum Laude, delapan oranglulus dengan sangat memuaskan dan sisanya lulus dengan predikat memuaskan.

Hadir pada acara wisuda perdana STIKUM Prof. Dr. Yohanes Usfunan, SH.,MH  ini Gubernur NTT diwakili Asisten II Ganef Wurgianto, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) II yang diwakili oleh Abdul Rahman Saleh, perwakilan Kejaksaan, Kepolisian Kabupaten Kupang, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan keluarga wisudawan. (epo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: