Jakarta, swaratimor.co.id – Untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan di wilayah Kabupaten Kupang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir pantai, Bupati Kupang, Yosef Lede melakukan kunjungan dan koordinasi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Kamis, (03/09/2026). Kunjungan ke Kantor KKP ini juga untuk memastikan rencana penambahan tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Kupang dapat segera direalisasikan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam memperjuangkan dukungan pemerintah pusat untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan di wilayah yang berbatasana dengan Negara republic Timor Leste ini.
Yosef Lede menegaskan, Kabupaten Kupang memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar. Namun, potensi tersebut belum dapat dimaksimalkan secara optimal karena masih terbatasnya sarana, prasarana, termasuk armada perikanan.
“Potensi laut kita luar biasa. Karena itu, kami sangat berharap dukungan Pemerintah pusat, terutama untuk melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana agar potensi ini bisa benar-benar dimaksimalkan,” kata Yosef Lede seperti dalam rilis yang dibagikan Bagian Prokopim Setda Kabupaten Kupang kepada media di Kupang..
Menurutnya, keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kupang membuat dukungan pemerintah pusat menjadi sangat penting. Terlebih, hasil perikanan dari wilayah Kabupaten Kupang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah sekitar.
Karena itu, Yosef Lede menyampaikan apresiasi atas komitmen Menteri Kelautan dan Perikanan yang telah menjanjikan dukungan berupa 10 unit armada perikanan bagi Kabupaten Kupang.
Ia berharap jumlah tersebut dapat ditambah mengingat besarnya potensi kelautan yang dimiliki daerah.
“Kami bersyukur kalau diberikan sepuluh unit. Tetapi kalau ada penambahan, tentu jauh lebih baik, karena potensi laut Kabupaten Kupang sangat besar,” ungkapnya.
Selain armada perikanan, Yosef Lede juga kembali mendorong pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai distribusi dan pemasaran hasil perikanan. Ia menyebut, rencana pembangunan TPI di wilayah Taulaki telah disampaikan kepada KKP dan diharapkan dapat segera direalisasikan setelah seluruh proses anggaran dan administrasinya tuntas.
“Kalau fasilitasnya tersedia di wilayah kita, maka rantai distribusi bisa dipangkas dan hasil ikan dari Kabupaten Kupang dapat dimanfaatkan lebih maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Terkait penambahan tiga KNMP, Bupati memastikan Pemerintah Kabupaten Kupang telah menyiapkan dan menyampaikan lokasi yang dibutuhkan kepada pemerintah pusat. Kesiapan lahan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi Pemerintah Kabupaten Kupang dengan KKP dalam mendukung pengembangan kawasan kampung nelayan.
“Kami sudah menyampaikan dan menyiapkan lahan untuk penambahan Kampung Nelayan Merah Putih. Karena itu, kami berharap apabila semuanya sudah final, pembangunannya tidak perlu menunggu terlalu lama dan dapat segera dilaksanakan,” tegas mantan Ketua DPRD Kabupaten Kupang ini.
Yosef Lede juga meminta agar KNMP yang telah dibangun dapat segera dimanfaatkan dan diisi oleh masyarakat. Menurutnya, fasilitas yang sudah tersedia harus segera dioptimalkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan dan tidak menjadi aset yang tidak produktif.
“Kampung Nelayan Merah Putih ini harus segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Potensi yang sudah ada jangan dibiarkan, tetapi harus langsung dioptimalkan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Yosef Lede menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus melakukan koordinasi dengan KKP untuk memastikan berbagai usulan pembangunan dan dukungan sarana perikanan tersebut dapat direalisasikan dalam program pemerintah pusat tahun 2027.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat semakin memperkuat pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Kupang, sehingga potensi laut yang besar dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Yang kami harapkan adalah bagaimana potensi yang luar biasa ini bisa dimaksimalkan. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, masyarakat nelayan dapat semakin produktif dan kesejahteraannya meningkat,” pungkasnya.(epo)
